Berita

Pelindo II Terapkan Perubahan Paradigma Layanan Kepelabuhanan Konvensional ke Modern

January 25, 2012

Strategi korporat dalam mencapai efisiensi serta efektivitas layanan kepelabuhanan dan
penurunan waktu tunggu kapal

Jakarta, 16 Januari 2012 – Memasuki tahun 2012, pengembangan dan peningkatan infrastruktur transportasi semakin penting, begitu juga dengan efektivitas layanan logistik di Indonesia. Melihat tingginya kebutuhan akan efisiensi layanan logistik tersebut, PT Pelabuhan Indonesia II atau Pelindo II, sebagai operator pelabuhan memfokuskan kegiatannya pada tahun ini dalam penerapan strategi-strategi perbaikan pola jasa layanan kepelabuhanan secara menyeluruh, termasuk di dalamnya peningkatan efektivitas waktu layanan dan perubahan paradigma dari layanan konvensional ke modern yang lebih efisien.

“Tahun 2012 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi Pelindo II. Mendesaknya kebutuhan akan pelayanan logistik yang efektif dan efisien mendorong kami untuk terus meningkatkan pola kerja di seluruh aspek, terutama dalam bidang operasional. Kami tetap berfokus pada peningkatan produktivitas pelabuhan dengan mengubah penanganan barang dari cara yang konvensional ke modern, kemudian penerapan layanan berbasis information and computer technology (ICT), serta penurunan waktu layanan bongkar muat. Strategi untuk peningkatan efektivitas waktu layanan ini diharapkan dapat meningkatkan effective working time menjadi 80 persen tahun ini,” ujar Direktur Utama Pelindo II Richard Joost Lino.

Pada tahun ini Pelindo II terus meningkatkan produktivitas layanan pelabuhan dengan mengubah penanganan bongkar muat barang antara lain dari dan ke kapal -dari sebelumnya menggunakan derek kapal menjadi menggunakan container crane yang dikenal dengan sistem automasi. Pelindo II juga akan mendorong penggunaan peti kemas atau jumbo bag sebagai Pola kemasan bongkar muat. Sebagai contoh pada pelabuhan Teluk Bayur, pola kemasan yang lama dalam 1 (satu) jam hanya mampu melakukan kegiatan bongkar muat sebanyak 30 ton. Sedangkan apabila menggunakan jumbo bag, layanan bisa meningkatkan kapasitas bongkar muat hingga 60 ton per jamnya. Kenaikan signifikan ini pun baru memperhitungkan waktu layanan yang sama, dengan jumlah alat yang sama seperti saat ini. Apabila nantinya peralatan ditambah, maka Pelindo II yakin akan meningkatkan kemampuan layanan kepelabuhan hingga empat kali lipat.

Demikian juga dengan pelabuhan Palembang. Dengan system kemasan yang lama hanya dapat melakukan sebanyak 45 ton per jam sedangkan dengan menggunakan jumbo bag dapat mencapai 70 ton per jam. Selain itu Pelindo II akan melakukan pengaturan arus barang curah untuk crude palm oil (CPO) di mana seluruh pembongkaran CPO pada akhir tahun 2012 tidak lagi menggunakan truck loosing, tetapi harus melalui tangki-tangki timbun di dalam pelabuhan terlebih dahulu untuk kemudian diditribusikan. Semua hal diatas dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas layanan di semua pelabuhan yang berada di wilayah kerja Pelindo II.

Pelindo II juga akan menerapkan layanan sistem windows dan service level secara menyeluruh di semua wilayah kerjanya. Melalui layanan ini, para pengguna layanan akan dapat mengetahui slot waktu dan tempat sandar. Hal ini diharapkan dapat mengurangi antrean kapal di luar pelabuhan demi memberikan kepastian layanan kepada pengguna jasa pelabuhan.

Terkait keselamatan kapal dan barang yang keluar masuk pelabuhan, Pelindo II memiliki target penerapan layanan kapal pandu dan tunda berstandar internasional di akhir tahun 2012. Pelayanan kapal di seluruh pelabuhan akan dimonitor dari satelit dan terpantau di kantor pusat Jakarta. Layanan ini dimulai dengan segera terpasangnya vessel traffic information system (VTIS) di Pelabuhan Tanjung Priok yang diharapkan sudah dapat beroperasi pada akhir 2012. Sementara untuk Pelabuhan Palembang, Pontianak dan Jambi, VTIS akan beroperasi pada 2013.

Peningkatan layanan bongkar muat yang ditetapkan tahun ini akan didukung oleh penerapan layanan penuh berbasis ICT di seluruh pelabuhan cabang Pelindo II. Sebelumnya layanan yang memungkinkan pemilik barang untuk mengecek keberadaan barangnya tanpa harus datang ke pelabuhan ini baru diterapkan di Pelabuhan Tanjung Priok dan Palembang. Pelindo II bersama PT Telkom saat ini juga tengah menyiapkan Indonesia Logistic Community System (ILCS) yang peluncurannya direncanakan akan dilakukan pada Juli 2012. Sistem ini memungkinkan tersedianya platform layanan diantaranya E-payment, Tracking dan Tracing, Booking Shipment dan Trucking.

“Pelindo II akan melakukan sosialisasi kepada para pengguna jasa dan kami berharap seluruh sistem ini telah mampu diadaptasi dalam jangka waktu enam bulan setelah penerapannya. Dengan demikian, perusahaan didukung oleh seluruh komponen di dalamnya dapat menurunkan waktu total peti kemas keluar dari kapal hingga keluar pintu area pelabuhan (dwelling time) dari 6 hari menjadi 3 hari. Dengan semakin efisiennya waktu layanan barang di pelabuhan, kita pun akan selangkah lebih dekat dalam tujuan kita menekan biaya logistik dan terwujudnya konektivitas nasional Indonesia.”, papar Lino.

“Perbaikan strategi korporat dalam meningkatkan layanan kepelabuhan yang dilakukan Pelindo II adalah satu hal yang dapat dilakukan dengan cepat dengan biaya minimal dengan hanya memperbaiki pola sistem kerja yang lebih efisien dan efektif namun memberikan dampak yang cukup signifikan. Sambil menunggu pembangunan dan pengembangan infrastruktur yang akan dibangun di seluruh pelabuhan yang berada di wilayah kerja Pelindo II”, tutup Lino.

–selesai–

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:
Rima Novianti
Sekretaris Perusahaan
PT Pelindo II (Persero)
Telp: +6221 4301080
Email: rima_hardiyanto@yahoo.com
Continue reading

view all

Location

Port Services

Pelayanan Kapal merupakan jasa yang kegiatan operasional kapal dari mulai masuk sampai dengan keluar, meliputi pelayanan jasa pandu dan labuh. Selengkapnya
Pelayanan Barang merupakan pelayanan bongkar muat sejak dari kapal hingga penyerahan ke pemilik barang meliputi : jasa bongkar muat dan penumpukan. Selengkapnya
Pelayanan Rupa-rupa merupakan jasa pelayanan yang menunjang kegiatan yang ada di pelabuhan meliputi : jasa penyediaan air, listrik, persewaan alat dan telepon. Selengkapnya