JAKARTA: Gafeksi memperkirakan volume pengiriman barang dalam negeri melalui laut akan kembali meningkat pada Juli-Agustus meski selama 6 bulan pertama tahun ini cenderung menurun.
Ketua Gabungan Pengusaha Forwarder, Logistik, dan Ekspedisi (Gafeksi) Iskandar Zulkarnain mengatakan penurunan volume barang melalui laut sebesar 2% pada Mei 2009 dibandingkan dengan bulan sebelumnya menandakan dampak krisis terhadap permintaan pengiriman barang belum pulih.
Namun menurutnya, pelaku usaha tidak perlu panik menghadapi tren penurunan pengiriman barang karena pada bulan ini dan Agustus permintaan diperkirakan meningkat.
"Penurunan itu terjadi karena adanya pengiriman barang yang ditunda ke bulan berikutnya akibat kondisi tertentu. Pelaku usaha tidak khawatir, penurunan sebesar itu masih normal," katanya kepada Bisnis kemarin.
Data BPS menyebutkan volume angkutan barang melalui laut selama Januari-Mei 2009 turun 35,41% menjadi 45,5 juta ton dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun lalu sebanyak 70,45 juta ton.
Penurunan terjadi pada tiga pelabuhan utama, yakni Tanjung Priok Jakarta turun 1%, Tanjung Perak (4,1%), dan Balikpapan (43,3%). Selama Mei 2009, volume kiriman barang melalui laut sebanyak 8,34 juta ton atau turun 1,99% dibandingkan dengan April 8,51 juta ton.
Penurunan volume kiriman barang domestik melalui laut sudah terjadi sejak Desember 2008, bahkan diperkirakan masih akan berlanjut pada triwulan kedua tahun ini, kendati BPS mencatat pertumbuhan positif pada April.
Selama April 2009, pengiriman barang dalam negeri melalui laut mencapai 8,5 juta atau naik 4,92% dibandingkan dengan volume bulan sebelumnya sebanyak 8,1 juta ton, tetapi tren itu tidak berlanjut pada Mei.
"Penurunan itu menandakan dampak krisis global masih dirasakan oleh operator," tutur Iskandar.
Menurut dia, pada Juni 2009 permintaan pengiriman barang domestik melalui laut mulai naik, terutama untuk komoditas keperluan konsumtif karena pelaku usaha dan pemilik barang bersiap menghadapi bulan puasa dan Lebaran. Kenaikan permintaan itu diperkirakan berlanjut pada Juli dan Agustus.
Iskandar optimistis bulan puasa dan Lebaran akan memberikan dampak positif terhadap permintaan pengiriman barang kendati waktunya hampir bersamaan dengan waktu masuk sekolah.
Definisi logistik
Sementara itu, Departemen Perhubungan bersama Departemen Komunikasi dan Informatika segera merumuskan definisi logistik, guna mencegah terjadinya polemik di antara pelaku kegiatan jasa di sektor tersebut.
Dirjen Pos dan Telekomunikasi Depkominfo Basuki Yusuf Iskandar mengatakan kedua departemen harus merumuskan definisi logistik sebelum Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pos dibahas oleh Panitia Kerja Komisi I DPR pada 20 Juli 2009.
"Masih ada beberapa hal yang harus dibahas bersama dengan Dephub. Kami belum menemukan titik temu tentang definisi logistik ini. Yang jelas, sebelum 20 Juli 2009 harus sudah dirumuskan," ujarnya beberapa waktu lalu. (Raydion Subiantoro/Fita Indah Maulani)(tularji@bisnis.co.id)
Oleh Tularji
sumber : Bisnis Indonesia